Nusa Tenggara Timur
Puluhan tahun mengajar ngaji tanpa bayaran tetap, bahkan setelah rumah mereka hancur diguncang gempa. Setiap donasi Anda memberangkatkan satu guru ngaji NTT ke Baitullah, lalu satu lagi, dan seterusnya.
Di Manggarai Timur, NTT, ada seorang guru ngaji bernama Ustadz Ibrahim. Sudah 16 tahun ia mengajar di TPQ Nurul Hidayah. Setiap kali mengajar, ia menempuh perjalanan sekitar 5 kilometer dari rumahnya.https://baitulmaltazkia.com/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-02-at-09.36.36.jpeg
Penghasilannya dari mengajar tidak sampai Rp300.000 sebulan. Uang itu bukan gaji, melainkan iuran anak-anak yang mengaji, sekitar Rp5.000 sampai Rp10.000 per anak. Untuk menghidupi 5 orang di rumahnya, ia juga bertani kopi dan porang. Saat harga panen jatuh, hasil kebunnya sering hanya bisa ditukar dengan kebutuhan dapur.
Lalu gempa datang dan menghancurkan rumah warisan tempat keluarganya berteduh. Mereka terpaksa menumpang di rumah saudara. Sedikit demi sedikit, Ustadz Ibrahim membangun kembali rumahnya dengan kayu dari hutan, dan selama itu ia tetap mengajar.
Di kampung lain, Ustadz Sulaiman sudah 8 tahun mengajar ngaji di sebuah kampung mualaf. Dari mengajar ngaji ia hanya menerima Rp100.000 sampai Rp200.000 sebulan, karena sebagian besar warga di sana tidak mampu. Gempa juga merobohkan rumahnya, dan kini ia, istri, serta kedua anaknya tinggal di tenda pengungsian. Meski begitu, ia tetap mengajar Al-Qur’an untuk anak-anak di kampungnya.


Mereka tidak sendiri
Di NTT, masih banyak guru ngaji dan dai seperti Ustadz Ibrahim dan Ustadz Sulaiman. Banyak di antara mereka yang sudah puluhan tahun mengabdi kepada masyarakat dan anak-anak di pelosok, dengan fasilitas seadanya. Mereka bertani, berkebun, atau menjadi perajin kayu dan bambu, lalu dilanjutkan dengan mengajar ngaji tanpa mengharapkan bayaran, karena yang mereka cari adalah ridha Allah dan berbagi ilmu. Sebagian dari mereka kehilangan rumah dan tempat mengaji saat gempa, tetapi tetap tidak berhenti mengajar.
Penghasilan mereka sering kali tidak cukup bahkan untuk makan dan minum sehari-hari, apalagi untuk menabung. Karena itu, beribadah di Baitullah bagi mereka baru sebatas niat dan mimpi.



Mari ikhtiarkan bersama
Melalui program ini, Baitulmal Tazkia bersama Tazkia Tour Travel mengajak Sahabat Kebaikan untuk mengikhtiarkan umroh bagi para guru ngaji dan dai NTT, sebagai penghargaan atas pengabdian mereka menjaga Al-Qur’an tetap hidup di kampungnya. Program ini tidak berhenti pada satu atau dua orang. Setiap donasi yang terkumpul akan memberangkatkan satu guru ngaji, lalu satu lagi, dan seterusnya, hingga lebih banyak dai yang bisa merasakan Baitullah.
Dana yang terkumpul digunakan untuk:
Cara berdonasi:
Bantu sebarkan halaman ini kepada keluarga, sahabat, dan rekan sesama jamaah haji dan umroh.
Hotline: 0813-3888-8455